MODEL BELAJAR SISWA
Setiap siswa yang ada di “kelompok awal” mengkhususkan
diri pada satu bagian dari sebuah unit pembelajaran. Para siswa kemudian
bertemu dengan anggota kelompok lain yang ditugaskan untuk mengerjakan bagian
yang lain, dan setelah menguasai materi lainnya ini mereka akan pulang ke
kelompok awal mereka dan menginformasikan materi tersebut ke anggota lainnya.
Semua siswa dalam “kelompok awal” telah membaca materi
yang sama dan mereka bertemu serta mendiskusikannya untuk memastikan pemahaman.
Mereka kemudian berpindah ke “kelompok jigsaw” –
dimana anggotanya berasal dari kelompok lain yang telah membaca bagian tugas
yang berbeda. Dalam kelompok-kelompok ini mereka berbagi pengetahuan dengan
anggota kelompok lain dan mempelajari materi-materi yang baru.
Setelah menguasai materi baru ini, semua siswa pulang
ke “kelompok awal” dan setiap anggota berbagi pengetahuan yang baru mereka
pelajari dalam kelompok “jigsaw.” Seperti dalam “jigsaw puzzle” (teka-teki
potongan gambar), setiap potongan gambar – analogi dari setiap bagian
pengetahuan – adalah penting untuk penyelesaian dan pemahaman utuh dari hasil
akhir
Jigsaw adalah teknik pembelajaran aktif yang biasa
digunakan karena teknik ini mempertahankan tingkat tanggung jawab pribadi yang
tinggi.
MODEL STAD
adalah salah model belajar kooperatif dengan sintaks: Pengarahan, buat kelompok heterogen (4-5
orang), diskusikan bahan belajar-LKS-modul secara kolaboratif,
sajian-presentasi kelompok sehinggaterjadi diskusi kelas, kuis individual dan
buat skor perkembangan tiap siswa atau kelompok, umumkan rekor tim dan
individual dan berikan reward.
merupakan salah satu model pembelajaran yang dikembangkan berdasarkan
teori Psikologi sosial. Dalam teori ini sinergi yang muncul dalam kerja
kooperatif menghasilkan motivasi yang lebih daripada individualistik dalam
lingkungan kompetitif. Kerja kooperatif meningkatkan perasaan positif satu
dengan lainnya, mengurangi keterasingan dan kesendirian, membangun hubungan dan
menyediakan pandangan positif terhadap orang lain.
Model STAD ini mempunyai
beberapa kelebihan antara lain didasarkan pada prinsip bahwa para siswa bekerja
bersama-sama dalam belajar dan bertanggung jawab terhadap belajar teman-temannya
dalam tim dan juga dirinya sendiri, serta adanya penghargaan kelompok yang
mampu mendorong para siswa untuk kompak, setiap siswa mendapat kesempatan yang
sama untuk menunjang timnya mendapat nilai yang maksimum sehingga termotivasi
untuk belajar.
Model STAD memiliki dua dampak sekaligus pada diri para siswa
yaitu dampak instruksional dan dampak sertaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar