Kamis, 26 September 2013

Sikap Guru



                                                        Sikap Guru Dalam Mengajar
1.      S                                       1.Sikap berpakaian
Sebaiknya guru dalam berpakaian hendaknya sopan, sederhana tapi terpelihara. Dan tidak pula bercelana napoleon atau bergaun you can see di muka kelas. Tak usah berpakaian yang gemerlapan atau dari bahan yang sangat mahal. Bahwasannya guru yang ganjil dalam berpakaian dapat menerbitkan geli hati dan celaan dan murid-murid. Akibatnya seorang guru tidak dapat mengajar dengan tenang. Dan akan menimbulkan rasa tidak percaya terhadap dirinya, sehingga apa yang ingin disampaikan dalam pelajaran menjadi kacau atau gagal. Padahal ia telah membuat persiapan dengan sungguh-sungguh.                                                                                                                                                                                                                                                                                                 
2.                                                                                            2.Sikap di muka kelas
Sering suasana kelas dipengaruhi oleh guru di muka kelas. Kelas menjadi gaduh, kalau guru ragu-ragu, dan kelas menjadi tenang kalau bersikap tegas dan bijaksana. Bersikap tegas tidak sama dengan bersikap keras, bersikap tegas berarti begini : jika guru menyuruh murid-muridnya supaya tenang mereka harus mengindahkan suruhannya.
Dan apabila siswa belum tenang sebaiknya tidak melanjutkan mengajar dan pelajaran terlebih dahulu, jika siswa belum tenang dengan sungguh-sungguh. Jika guru masih melanjutkan mengajar, maka pelajaran itu akan menjalar dan suasana kelas menjadi ramai.
Dengan hal ini peganglah teguh disiplin kelas, berbicaralah dengan tenang dan tegas. Mengenai sikap di muka kelas perlu diperlihatkan hal-hal lain, yaitu sebaiknya tidak terlalu banyak menggunakan gerak-gerik tangan pada waktu bicara, dan hendaknya tidak berbicara terlalu keras dan pelan atau lemah. Bergeraklah dengan tangan dan berbicaralah dengan suara yang sedang dan tidak ribut. Jika guru ribut, maka suasana kelas akan ribut pula. Usahakanlah selalu ( sebagai seorang guru harus pandai bermain sandiwara ), mungkin guru sedang susah namun janganlah kesusahannya itu ditunjukkan kepada murid-murid.
Tunjukkanlah semua pertanyaan kepada semua kelas seluruhnya dan baru kemudian tunjukkanlah seorang murid-murid menjawab. Bagi seorang guru kita harus berani :
1.      Berani memandang tiap-tiap murid, matanya
2.      Jangan bersikap putus asa
3.      Usahakanlah murid-murid bekerja sendiri
4.      Jangan mengejek murid-murid
5.      Ciptakan suasana yang baik
6.      Jangan memberi hukuman badan.
Dalam kelas yang suasananya baik, murid-murid bekerja bersama-sama, saling tolong-menolong. Mereka giat bekerja dan merasa suatu keluarga, cintailah murid-murid seperti ibu bapak mencintai anak-anaknya.
3.Sikap sabar
Sering guru merasa, bahwa ia telah mengajar dengan baik dan sungguh-sungguh. Asas-asas didaktik telah dipraktekkan ia mengajar dengan penuh kekegembiraan dan enthosianisme, namun demikian hasilnya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Guru selalu kecewa dan kekecewaan yang terus menerus dapat menjadikan guru mudah putus asa. Karena itu harap sabar, karena hasil pengajaran dan pendidikan kita tidak selalu segera kelihatan oleh kita. Anak-anak tidak selalu segera mengerti akan maksud kita dan mengindahkan keinginan kita.
4.                                                                                     4.Sikap guru yang mengejek murid
Guru yang kecewa mudah berbuat hal-hal yang tidak baik umpamanya mengejek, mencela, mengeluarkan kata-kata yang kasar dan dapat mematahkan semangat belajar murid. Seorang guru ilmu pasti pernah melemparkan kata-kata demikian kepada murid “ meskipun kamu belajar 10 tahun lagi kamu tak akan mengerti juga”, kata demikian dapat membuat murid bersikap acuh tak acuh dan menjadi putus asa.
Dan kata-kata demikian ini secara pedagogis dan psycologis tidak dapat dipertanggung jawabkan. Lebih berbahaya lagi kalau seorang murid dijadikan sasaran ejekkan teman-temannya. Banyak anak murid yang menjadi sakit hati dan tak mau berbuat lagi sesuatu, hal ini sangat merugikan bagi perkembangan anak murid selanjutnya.
5.      S                                   5.Sikap guru yang lekas marah
Banyak hal yang dapat mengecewakan guru, umpamanya: murid yang tidak sopan, yang bodoh, yang selalu gaduh, yang kotor dan sebagainya. Janganlah guru lekas karena itu, orang yang lekas marah mudah bertindak kurang baik. Guru mudah marah memukul anak, mengejek, mencelanya, memukulnya dan sebagainya.
6.      Sikap                            6.Sikap guru yang memberi hukuman badan
Menurut peraturan sekolah guru dilarang memberi hukuman badan, umpamanya : memukul, menendang, melempar dan sebagainya. Dengan hukuman yang demikian itu dan dapat dirugikan/disakiti karenanya. Murid yang lebih kecil itu biasanya tidak berani melawan, tetapi di dalam hatinya timbul rasa tidak senang terhadap guru, atau ia menjadi takut pada guru, dan kedua-duanya menjadi tidak baik.
Lagi pula jika guru sudah sering atau terbiasa memberi hukuman badan ia tidak segan-segan memberi hukuman badan, dan hukuman yang sesungguhnya tidak begitu dipertimbangkan. Memukul murid dengan tongkat kecil, bukan hak itu tidak jarang dilakukan.
7.      Sikap                            8.Sikap guru yang banyak memberi larangan
Guru yang banyak mengadakan larangan membuktikan bahwa perintah-perintahnya tidak dituruti oleh murid-muridnya. Dan itu membuktikan bahwa tidak ada ketertiban. Guru yang baik, jarang melarang, sebab biasanya perintahnya dituruti. Larangan yang banyak dapat menimbulkan kemungkinan besar melanggar peraturan tanpa disadari murid-murid. Larangan biasanya merupakan hal yang tidak menyenangkan bagi murid, karena itu sebaiknya jangan banyak melarang.
8.      Ber                              9.Sikap jujur dan adil
Murid-murid akan lekas mengerti, apakah guru itu bertindak adil dan jujur, mereka lekas melihat, bahwa guru memperlakukan  mereka tidak sama. Yang satu diperlakukan lebih manis dari pada yang lain. Ini adalah suatu bahaya bagi mereka mengecap guru-gurunya dengan kata : tidak adil, tidak jujur, pilih kasih dan sebagainya. Dan mereka sendiri yang diperlakukan lebih manis itu merasa tidak tenang akhirnya. Suasana kelas akan menjadi lebih buruk karena sikap guru yang demikian.
  10.Sikap guru yang bertanggung jawab
Seorang guru harus mempunyai tanggung jawab yang dalam. Bila seorang guru tidak mempunyai tanggung jawab banyak pengaruhnya pada anak didik itu. Karena tidak adanya tanggung jawab dari guru maka anak didik itu akan berbuat hal-hal yang di benarkan dalam pendidikan.
Guru harus menjadi pembimbing dan penyuluh yang memelihara dan keseimbangan mental murid-muridnya. Dan guru menjadi orang tua mereka di dalam mempelajari dan membangun sistem nilai yang dibutuhkan dalam masyarakat, serta murid-muridnya menjadi manusia dewasa serta bertanggung jawab moral.
10.  Sikap                           guru mencintai para siswanya
Untuk mencintai para siswanya sebagaimana guru mencintai dirinya sendiri, berusaha memenuhi kemaslahatan (kesejahteraan) mereka, serta memperlakukan mereka dengan baik sebagaimana ia memeperlakukan anak-anaknya sendiri yang amat disayangi.
Selain itu, hendaknya ia bersabar dalam menghadapi kekurangan dan tidak kesempurnaan dalam beretika. Karena bagaimanapun juga mereka adalah manusia yang tidak luput dari kesalahan. Oleh karena itu, hendaknya memberikan nasihat kepada mereka dengan lembut dan penuh kasih sayang.  
11.  Sikap                        11.Sikap guru dalam mendidik dan memberikan pelajaran
Setiap mendidik dan memberikan pelajaran kepada mereka dengan penjelasan yang mudah dipahami sesuai dengan kemampuan mereka. Selain itu ia hendaknya tidak memberikan materi-materi yang terlalu berat bagi mereka, karena hal itu akan mengganggu dan merusak kosentrasi mereka.
12.  Me                                                                              Metode guru mengajar
Metode mengajar hendaknya bersungguh-sungguh dalam, memberikan pengajaran kepada mereka. Oleh karena itu hendaknya memakai metode-metode pengajaran secara baik agar dapat memudahkan dan mempercepat pemahaman mereka.
Dalam hal ini, hendaknya ia memberikan pengajaran dengan penjelasan-penjelasan dan gaya ungkapan yang kiranya mudah dimengerti, membuat contoh-contoh, memunculkan suatu persoalan (studi kasus), menguraikan data-data dan argument, rahasia-rahasia, dan hikmah dan sebagainya. Semua hal tersebut hendaknya diulang kembali apabila diperlukan, demi memastikan bahwa benar-benar paham. 
13.                                                                                                                                 Sikap perhatian
Memberi kasih sayang dan perhatian kepada siswa. Salah satu bentuk perhatian  dan          kasih sayang terhadap mereka adalah cara berusaha sebaik mungkin mengenal kepribadian dan latar belakang mereka serta berdo’a untuk kebaikkan (keberhasilan) mereka.                                                                                             
Selain itu juga hendaknya memperhatikan setiap akhlak dan perilaku mereka. Sehingga apabila ia mendapati mereka berbuat baik, ia dapat menegur dan mengingatkannya. 
14.  Sikap                         rendah hati
Meskipun berstatus sebagai guru yang berhak dihormati oleh murid-muridnya hendaknya ia bersikap tawadhu’ (rendah hati) terhadap mereka. Jadi hendaknya pendidik tidak merasa sombong dengan kemampuan yang ada di dalam dirinya.
15.                                                                                                                                 Sikap guru dari tutur kata
Memeperlakukan siswa dengan baik, seperti memanggilnya dengan nama yang baik, menjawab salam mereka, menanyakan kabar dan kondisi mereka, dan lain sebagainya.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa sikap yang ada pada pendidik dapat mempengaruhi perilaku/akhlak peserta didik. Jika seorang pendidik menampilkan sikap positif pada peserta didik maka akan berpengaruh pada siswa tersebut. Dan apabila guru melakukan tindakan yang negatif maka peserta didik apapun yang dilakukannya akan menampilkan perilaku yang kurang baik.
Jadi, sebagai guru hendaknya bersikap bijaksana, adil, jujur, berpenampilan yang baik dari tutur kata, sikap, sehingga dapat membuat peserta didik menjadi simpati terhadap pendidik tersebut

Tidak ada komentar:

Posting Komentar