Sikap Guru Dalam Mengajar
1. S 1.Sikap berpakaian
Sebaiknya guru dalam berpakaian
hendaknya sopan, sederhana tapi terpelihara. Dan tidak pula bercelana napoleon
atau bergaun you can see di muka kelas. Tak usah berpakaian yang
gemerlapan atau dari bahan yang sangat mahal. Bahwasannya guru yang ganjil
dalam berpakaian dapat menerbitkan geli hati dan celaan dan murid-murid.
Akibatnya seorang guru tidak dapat mengajar dengan tenang. Dan akan menimbulkan
rasa tidak percaya terhadap dirinya, sehingga apa yang ingin disampaikan dalam
pelajaran menjadi kacau atau gagal. Padahal ia telah membuat persiapan dengan
sungguh-sungguh.
2. 2.Sikap di
muka kelas
Sering suasana kelas dipengaruhi
oleh guru di muka kelas. Kelas menjadi gaduh, kalau guru ragu-ragu, dan kelas
menjadi tenang kalau bersikap tegas dan bijaksana. Bersikap tegas tidak sama
dengan bersikap keras, bersikap tegas berarti begini : jika guru menyuruh
murid-muridnya supaya tenang mereka harus mengindahkan suruhannya.
Dan apabila siswa belum tenang
sebaiknya tidak melanjutkan mengajar dan pelajaran terlebih dahulu, jika siswa
belum tenang dengan sungguh-sungguh. Jika guru masih melanjutkan mengajar, maka
pelajaran itu akan menjalar dan suasana kelas menjadi ramai.
Dengan hal ini peganglah teguh
disiplin kelas, berbicaralah dengan tenang dan tegas. Mengenai sikap di muka
kelas perlu diperlihatkan hal-hal lain, yaitu sebaiknya tidak terlalu banyak
menggunakan gerak-gerik tangan pada waktu bicara, dan hendaknya tidak berbicara
terlalu keras dan pelan atau lemah. Bergeraklah dengan tangan dan berbicaralah
dengan suara yang sedang dan tidak ribut. Jika guru ribut, maka suasana kelas
akan ribut pula. Usahakanlah selalu ( sebagai seorang guru harus pandai bermain
sandiwara ), mungkin guru sedang susah namun janganlah kesusahannya itu
ditunjukkan kepada murid-murid.
Tunjukkanlah semua pertanyaan kepada
semua kelas seluruhnya dan baru kemudian tunjukkanlah seorang murid-murid
menjawab. Bagi seorang guru kita harus berani :
1. Berani
memandang tiap-tiap murid, matanya
2. Jangan
bersikap putus asa
3. Usahakanlah
murid-murid bekerja sendiri
4. Jangan
mengejek murid-murid
5. Ciptakan
suasana yang baik
6. Jangan
memberi hukuman badan.
Dalam kelas yang suasananya baik,
murid-murid bekerja bersama-sama, saling tolong-menolong. Mereka giat bekerja
dan merasa suatu keluarga, cintailah murid-murid seperti ibu bapak mencintai
anak-anaknya.
3.Sikap sabar
3.Sikap sabar
Sering guru merasa, bahwa ia telah
mengajar dengan baik dan sungguh-sungguh. Asas-asas didaktik telah dipraktekkan
ia mengajar dengan penuh kekegembiraan dan enthosianisme, namun demikian
hasilnya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Guru selalu kecewa dan
kekecewaan yang terus menerus dapat menjadikan guru mudah putus asa. Karena itu
harap sabar, karena hasil pengajaran dan pendidikan kita tidak selalu segera
kelihatan oleh kita. Anak-anak tidak selalu segera mengerti akan maksud kita
dan mengindahkan keinginan kita.
4. 4.Sikap guru yang
mengejek murid
Guru yang kecewa mudah berbuat
hal-hal yang tidak baik umpamanya mengejek, mencela, mengeluarkan kata-kata
yang kasar dan dapat mematahkan semangat belajar murid. Seorang guru ilmu pasti
pernah melemparkan kata-kata demikian kepada murid “ meskipun kamu belajar 10
tahun lagi kamu tak akan mengerti juga”, kata demikian dapat membuat murid
bersikap acuh tak acuh dan menjadi putus asa.
Dan kata-kata demikian ini secara
pedagogis dan psycologis tidak dapat dipertanggung jawabkan. Lebih berbahaya
lagi kalau seorang murid dijadikan sasaran ejekkan teman-temannya. Banyak anak
murid yang menjadi sakit hati dan tak mau berbuat lagi sesuatu, hal ini sangat
merugikan bagi perkembangan anak murid selanjutnya.
5. S 5.Sikap guru yang
lekas marah
Banyak hal yang dapat mengecewakan
guru, umpamanya: murid yang tidak sopan, yang bodoh, yang selalu gaduh, yang
kotor dan sebagainya. Janganlah guru lekas karena itu, orang yang lekas marah
mudah bertindak kurang baik. Guru mudah marah memukul anak, mengejek,
mencelanya, memukulnya dan sebagainya.
6. Sikap 6.Sikap guru yang
memberi hukuman badan
Menurut peraturan sekolah guru
dilarang memberi hukuman badan, umpamanya : memukul, menendang, melempar dan
sebagainya. Dengan hukuman yang demikian itu dan dapat dirugikan/disakiti
karenanya. Murid yang lebih kecil itu biasanya tidak berani melawan, tetapi di
dalam hatinya timbul rasa tidak senang terhadap guru, atau ia menjadi takut
pada guru, dan kedua-duanya menjadi tidak baik.
Lagi pula jika guru sudah sering
atau terbiasa memberi hukuman badan ia tidak segan-segan memberi hukuman badan,
dan hukuman yang sesungguhnya tidak begitu dipertimbangkan. Memukul murid
dengan tongkat kecil, bukan hak itu tidak jarang dilakukan.
7. Sikap 8.Sikap guru yang banyak
memberi larangan
Guru yang banyak mengadakan larangan
membuktikan bahwa perintah-perintahnya tidak dituruti oleh murid-muridnya. Dan
itu membuktikan bahwa tidak ada ketertiban. Guru yang baik, jarang melarang,
sebab biasanya perintahnya dituruti. Larangan yang banyak dapat menimbulkan
kemungkinan besar melanggar peraturan tanpa disadari murid-murid. Larangan
biasanya merupakan hal yang tidak menyenangkan bagi murid, karena itu sebaiknya
jangan banyak melarang.
8. Ber 9.Sikap jujur dan
adil
Murid-murid akan lekas mengerti,
apakah guru itu bertindak adil dan jujur, mereka lekas melihat, bahwa guru
memperlakukan mereka tidak sama. Yang satu diperlakukan lebih manis dari
pada yang lain. Ini adalah suatu bahaya bagi mereka mengecap guru-gurunya
dengan kata : tidak adil, tidak jujur, pilih kasih dan sebagainya. Dan mereka
sendiri yang diperlakukan lebih manis itu merasa tidak tenang akhirnya. Suasana
kelas akan menjadi lebih buruk karena sikap guru yang demikian.
10.Sikap guru yang bertanggung jawab
Seorang guru harus mempunyai
tanggung jawab yang dalam. Bila seorang guru tidak mempunyai tanggung jawab
banyak pengaruhnya pada anak didik itu. Karena tidak adanya tanggung jawab dari
guru maka anak didik itu akan berbuat hal-hal yang di benarkan dalam
pendidikan.
Guru harus menjadi pembimbing dan
penyuluh yang memelihara dan keseimbangan mental murid-muridnya. Dan guru
menjadi orang tua mereka di dalam mempelajari dan membangun sistem nilai yang
dibutuhkan dalam masyarakat, serta murid-muridnya menjadi manusia dewasa serta bertanggung
jawab moral.
10. Sikap guru mencintai para
siswanya
Untuk mencintai para siswanya
sebagaimana guru mencintai dirinya sendiri, berusaha memenuhi kemaslahatan
(kesejahteraan) mereka, serta memperlakukan mereka dengan baik sebagaimana ia
memeperlakukan anak-anaknya sendiri yang amat disayangi.
Selain itu, hendaknya ia bersabar
dalam menghadapi kekurangan dan tidak kesempurnaan dalam beretika. Karena
bagaimanapun juga mereka adalah manusia yang tidak luput dari kesalahan. Oleh
karena itu, hendaknya memberikan nasihat kepada mereka dengan lembut dan penuh
kasih sayang.
11. Sikap 11.Sikap guru dalam
mendidik dan memberikan pelajaran
Setiap mendidik dan memberikan
pelajaran kepada mereka dengan penjelasan yang mudah dipahami sesuai dengan
kemampuan mereka. Selain itu ia hendaknya tidak memberikan materi-materi yang
terlalu berat bagi mereka, karena hal itu akan mengganggu dan merusak
kosentrasi mereka.
12. Me Metode guru
mengajar
Metode mengajar hendaknya
bersungguh-sungguh dalam, memberikan pengajaran kepada mereka. Oleh karena itu
hendaknya memakai metode-metode pengajaran secara baik agar dapat memudahkan
dan mempercepat pemahaman mereka.
Dalam hal ini, hendaknya ia
memberikan pengajaran dengan penjelasan-penjelasan dan gaya ungkapan yang
kiranya mudah dimengerti, membuat contoh-contoh, memunculkan suatu persoalan
(studi kasus), menguraikan data-data dan argument, rahasia-rahasia, dan hikmah
dan sebagainya. Semua hal tersebut hendaknya diulang kembali apabila
diperlukan, demi memastikan bahwa benar-benar paham.
13. Sikap
perhatian
Memberi kasih sayang dan perhatian
kepada siswa. Salah satu bentuk perhatian
dan kasih sayang terhadap
mereka adalah cara berusaha sebaik mungkin mengenal kepribadian dan latar
belakang mereka serta berdo’a untuk kebaikkan (keberhasilan)
mereka.
Selain itu juga hendaknya
memperhatikan setiap akhlak dan perilaku mereka. Sehingga apabila ia mendapati
mereka berbuat baik, ia dapat menegur dan mengingatkannya.
14. Sikap rendah hati
Meskipun berstatus sebagai guru yang
berhak dihormati oleh murid-muridnya hendaknya ia bersikap tawadhu’ (rendah
hati) terhadap mereka. Jadi hendaknya pendidik tidak merasa sombong dengan
kemampuan yang ada di dalam dirinya.
15. Sikap guru
dari tutur kata
Memeperlakukan siswa dengan baik,
seperti memanggilnya dengan nama yang baik, menjawab salam mereka, menanyakan
kabar dan kondisi mereka, dan lain sebagainya.
Dari uraian di atas dapat
disimpulkan bahwa sikap yang ada pada pendidik dapat mempengaruhi
perilaku/akhlak peserta didik. Jika seorang pendidik menampilkan sikap positif
pada peserta didik maka akan berpengaruh pada siswa tersebut. Dan apabila guru
melakukan tindakan yang negatif maka peserta didik apapun yang dilakukannya
akan menampilkan perilaku yang kurang baik.
Jadi,
sebagai guru hendaknya bersikap bijaksana, adil, jujur, berpenampilan yang baik
dari tutur kata, sikap, sehingga dapat membuat peserta didik menjadi simpati
terhadap pendidik tersebut
Tidak ada komentar:
Posting Komentar